"AKU CANTIK, MENURUTKU"

Setelah ngobrol dengan beberapa mahasiswa yang tampak super percaya diri, aku jadi tahu satu hal, rupanya mereka punya semboyan : I am beautiful in my way, kurang lebih artinya : Aku cantik, menurutku. Kalau menurutmu tidak, itu masalahmu. Dengan semboyan ini, anak-anak ini tampil percaya diri dengan pilihan penampilannya sendiri tanpa terganggu oleh komentar-komentar yang tidak sependapat sehingga dapat fokus belajar dan membangun prestasi.
Waduk Selorejo Malang, 2013
Aku tertawa, meskipun baru mendengar semboyan itu kali ini, ternyata aku adalah penganutnya sejak lama. Dulu aku membuat semboyan yang kurang lebih sama: Aku percaya diri, maka aku cantik. Semboyan ini berguna untuk mengatrol rasa PD dan menyingkirkan minder, dan membalik keyakinan yang dianut sebagian orang, yaitu : Aku harus cantik, agar aku percaya diri.

Dengan semboyanku sendiri, maka aku tidak terganggu oleh definisi dan ukuran-ukuran cantik yang dibuat orang lain, terutama oleh iklan produk-produk tertentu, misalnya shampo yang merumuskan bahwa cantik adalah berambut lurus, lebat, hitam, atau iklan hand n body lotion yang merumuskan bahwa cantik adalah berkulit halus, licin dan putih sampai-sampai nyamuk akan terpeleset jika hinggap, atau cantik ala produk pemutih muka yang putih, tanpa jerawat, tanpa minyak. O iya, semua iklan tadi menampilkan model perempuan yang bertubuh tinggi dan langsing bagaikan tiang telepon sehingga definisi cantik secara utuh kalau digabung adalah tinggi, putih, langsing, tanpa jerawat, tanpa minyak, berambut lurus berkulit licin.
Gara-gara rumusan semacam ini, banyak perempuan tidak puas dengan dirinya sendiri dan menghabiskan hampir semua pikiran, waktu dan uangnya untuk “mempercantik” diri versi industri itu, lalu kehilangan rasa percaya diri, gelisah dan frustasi kalau belum berhasil. Gara-gara sebutir jerawat saja, sampai kehilangan gairah hidup dan sibuk menyesali munculnya jerawat itu. Yang menyedihkan, rumusan cantik semacam ini seringkali menyebabkan perempuan kehilangan gairah untuk memikirkan dan melakukan hal-hal yang berguna, seperti belajar, berorganisasi, bekerja dan bergaul.
Aku tidak ingin masuk dalam barisan penganut cantik versi industri, karena anugrah Tuhan sangatlah banyak, bukan hanya tubuh tetapi juga akal dan hati. Kalau terlalu sibuk memikirkan tubuh, akal dan hati dapat terbengkelai. Tubuh perlu dipikirkan, dijaga kesehatan dan kebersihannya, tetapi tidak boleh sampai membuat akal dan hati tak berkembang. Kalaupun berusaha memperindah tubuh, menurutku jangan sampai melalaikan pengembangan akal dan hati.
Yang paling penting adalah membangun rasa percaya diri, dimulai dari menghayati rasa terima kasih atas anugrah yang telah diterima, apapun adanya itu. Dengan terima kasih yang tulus, maka hati selalu bahagia, dapat berbagi senyum ceria, dapat berbagi apa saja yang diterima, dan itulah cantik yang sesungguhnya menurutku. Aku yakin, tidak perlu cantik seperti model iklan untuk menjadi orang yang menarik, bahagia dan berguna serta punya banyak teman, melainkan cukup menyuguhkan badan yang terawat dengan wajar, akal yang diasah dengan ilmu dan batin yang tulus.
Badan yang terawat minimal adalah bersih, tidak memancarkan bau tak sedap karena tidak mandi, tidak gosok gigi, lama tidak keramas, lupa pakai deodorant, lupa tidak potong kuku setahun, atau pakai kaos kaki dan daleman yang seminggu tidak dicuci. Selain bersih, rapi juga penting, maka jangan pakai baju kusut bin kriting mirip lap yang terinjak truk puluhan kali.
Itu menurutku.....

0 Response to ""AKU CANTIK, MENURUTKU""

Posting Komentar

Pengunjung Blog