Tengah malam tadi, seorang remaja mengeluhkan perilaku orang tuanya. Ia kecewa dan sakit hati yang teramat sangat karena orang tuanya membuat keputusan yang tidak sesuai harapannya. Karena keputusan itu, sekarang ia hanya tinggal bersama ibunya tetapi dalam situasi seolah-olah bermusuhan.
Aku menasehati, “Tetaplah doakan kedua orang tua, tetaplah bersikap yang sebaik-baiknya, jangan sekalipun berkata kasar, jangan membentak apalagi melakukan tindakan yang menyakitkan badannya”
Tapi Ibuku suka berkata kasar kalau marah, kata-katanya menyakitkan.
Apa aku harus diam saja? Harus sesabar apa lagi?”
“Jangan dibalas. Diam lebih baik daripada membalas. Berkata kasar apalagi menyakiti badannya tidak akan membuat kita tampak mulia. Tidak juga akan membut keadaan lebih baik. Mengalah dan berdoa lebih bermanfaat sambil berdialog, membiasakan ngobrol, jangan saling mendiamkan. Aku kenal dengan beberapa orang yang di masa mudanya sering membentak ibunya, menendang bahkan meludahinya, sekarang hidupnya dirundung musibah tiada henti. Jangan sampai hidup kita tidak berkah karena menyakiti hati ibu”
![]() |
| Ilustrasi By Google |
“Aku ingin Ibu berubah menjadi lebih perhatian dan lemah lembut”
Jika menginginkan orang lain berubah menjadi baik pada kita, ubahlah dulu sikap kita menjadi lebih baik padanya. Jika sudah saling berubah, insyaallah rumah akan terasa seperti surga. Jangan mendiamkan, mengabaikan dan tidak bertegur sapa, apalagi kalian tinggal serumah. Banyak anak yang tidak punya Ibu dan hanya bisa memimpikan bertemu ibunya, sedangkan kamu tiap hari diberi kesempatan bertemu. Menyia-nyiakan kesempatan untuk merajut harmoni bersama Ibu kelak dapat mendatangkan penyesalan terdalam sepanjang hayat.
"Bagaimana memulainya?"
Besok pagi, ajaklah Ibu shalat berjamaah subuh. Setelah itu tawarkan, Ibu mau dibuatkan teh atau susu, lalu ajak ngobrol sambil minum. Jangan lupa ketika mau berangkat sekolah, pamit dan cium tangan Ibu. Insyaallah Ibu akan tambah sayang dan tidak pernah kasar lagi.
Jika Ibu tampak kelelahan setelah bekerja, pijatlah kakinya sambil menceritakan pengalamanmu seharian dan bertanya pengalaman ibu hari itu.
Jangan membenci Ibu karena sibuk bekerja, tapi bersyukurlah punya Ibu yang bertanggungjawab. Banyak orang tua yang menelantarkan anaknya setelah bercerai, tapi ibumu giat mencari nafkah, membiayai sekolahmu, membuatkan rumah tinggal yang layak, memberimu pakaian yang layak, mengambil tanggung jawab melebihi kewajibannya. Ayo hargai perjuangan Ibu dengan tidak lupa mempersembahkan senyum termanismu, setiap hari. Insyaallah, Allah akan memberimu hadiah yang jauh lebih dari yang kamu harapkan.
Tadi pagi aku SMS ibunya, menanyakan kabar anaknya. Katanya, "Alhamdulilah... pagi ini dia manis sekali. Mau berangkat sekolah pamit dulu. Aku terharu dan bahagia sekali"
Aku juga terharu dan bahagia mendengarnya.
Aku percaya bahwa kebahagiaan adalah anugrah yang mudah sekali menular. Ibu yang berbahagia, akan selalu berusaha membahagiakan anaknya.

0 Response to "KETIKA IBU DIBAHAGIAKAN ANAKNYA"
Posting Komentar