Perempuan-Perempuan Perkasa

Sampai di Jogja jam 04.30 pagi, di trotoar dekat masjid kampus bertemu seorang nenek membawa selendang, aku tanya mau kemana, beliau menjawab, "Mau kerja di Pasar Beringharjo"
"Kok tidak bawa dagangan Mbah?"
"Saya kuli gendong, sudah 36 tahun"
"Berapa kilo yang digendong?"
"Rata-rata sekali bawa setengah kintal, sehari bolak-balik ada puluhan kali".
Ilustrasi Google

Aku tersenyum, teringat tanganku pernah serasa patah selama seminggu gara-gara membawa beras 10 kilogram sejauh setengah kilo meter.

Beliau melanjutkan, "Anak saya lima, sudah mentas semua, sudah kerja enak, alhamdulilah.. gusti paring kemurahan pada anak-anak saya". Wajahnya cerah sekali, tampak bahagia.

Siangnya, di kampus, aku berpapasan dengan Mbak Esta, petugas kebersihan fakultas yang sedang memanggul galon air mineral yang masih penuh. Dia membawa dengan santai, antar gedung, sambil ngobrol dengan kawannya yang laki-laki.

Mereka para perempuan yang dianugerahi kekuatan fisik luar biasa, menggunakan anugerahnya untuk berbuat baik pada sesama. Semoga selalu diberkahi...

0 Response to "Perempuan-Perempuan Perkasa"

Posting Komentar

Pengunjung Blog